Niat dan Doa Mandi Di Hari Raya Idul Fitri dan Adha (Sunah)

Saketi.Com – Mandi dihari raya Idul Fitri dan Adha, sebenarnya masih banyak dari kita yang belum mengetahuinya, karena memang mandi sunah dihari raya ini dianggap sama saja seperti mandi bersuci seperti yang lainya.

Padahal, ada Niat dan doa tersendiri bagi kalian yang ingin mandi keramas saat pas di hari Raya Idul Fitri atau pun juga Idul Adha.

Tapi bila kalian memiliki niat untuk menghafalkanya, dan melakukanya di saat hari besar, kami telah menyiapkan doa dan niatnya secara Arab dan Latin khusus untuk kalian yang memiliki niat untuk menghafalkanya.

Karena hari besar ini hanya terjadi setahun sekali, tidak ada salahnya untuk menghafalkanya sedari sekarang ini.

Niat dan Doa Mandi Keramas Di Hari Raya Idul Fitri

niat mandi di hari lebaran haji

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latinya:
Nawaitul Ghusla Liyaumi ‘Iiedil Fithri Sunnatan Lillaahi Ta’Alaa.

Artinya :
Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta’ala.

Diatas, adalah Niat untuk mandi keramas di hari raya Idul Fitri, bila kalian belum tau ya silahkan di hafalkan dulu supaya besok kalau mau dipakai kalian sudah hafal di luar kepala.

Nah kalian pasti pengin juga kan tau doa, niatnya untuk yang Idul Adha, berikut juga sudah kami siapkan loh.

Niat dan Doa Mandi Keramas Lebaran Idul Adha

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ اْلاَضْحَى سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latinya:
Nawaitul Ghusla Liyaumi ‘Iiedil Adhaa Sunnatan Lillaahi Ta’Alaa.

Artinya :
Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Adha Sunnah karena Allah Ta’ala.

Baca Juga:  Bacaan Doa Qunut [LENGKAP] Arab, Latin dan Terjemah

Seperti yang kita ketahui, terdapat beberapa jenis mandi yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Diantaranya yaitu:

  • Mandi sebelum sholat jum’at
  • Mandi setelah memandikan mayit
  • Mandi sebelum hari raya idul fitri dan/atau hari raya idul adha
  • Dan masih banyak lagi.

Kesimpulan
Dari, ‘Ali bin Abi Thalib:

“Seseorang pernah bertanya pada ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arofah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.”

(HR. Al Baihaqi 3/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ 1/177).

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close