Puasa Ngidang, Lengkap Dengan Tata Cara

Kalian suku Jawa, pasti tidak akan heran lagi dengan yang namanya Puasa Ngidang kan, tapi sayangnya masih banyak dari mereka yang hanya tau namanya saja tapi tidak memahami dan mengerti tata caranya. Kalau sudah nggak ngerti kemungkinan tidak akan bisa menjalaninya kan.

tata cara puasa ngidang yang benar

Puasa Ngidang, bila dijalani sangatlah banyak manfaatnya terutama bagi mereka yang menyukai Tirakat kebatin. Anda juga bisa melakukannya, karena pada intinya dari sebuah Tirakat ilmu adalah tata caranya yang benar, dan mengikuti semua saran dari orang yang mengajari (guru).

Apa Itu Puasa Ngidang
Orang yang menjalani tirakat ini, hanya diperbolehkan Saur dan Berbuka dengan memakan daun-daunan dan minumnya hanya Air sumur mentah. Sebagian guru ada yang merekomendasikan untuk meminum air pancuran yang berasal dari sumber bening aslinya.

Pada dasarnya, Puasa Ngidang ini bisa dikatakan sebuah lelaku yang mengumpamakan bagaikan “Kidang” Kijang, sebuah hewan unik yang biasanya hanya memakan dedaunan dan minumnya hanya air bersih saja. Dari sinilah asal muasal terciptanya tirakat Jawa yang disebut Puasa Ngidang (Ngijang).

Tujuan Puasa Ngidang Bagi Orang Jawa

Pada umumnya, bukan hanya suku Jawa yang boleh melakukan tirakat ini. Siapa saja boleh menjalaninya, yang penting ia memiliki tujuan yang jelas.

Sebut saja puasa Ngidang untuk Ngelmu kebatinan atau memang untuk hajat duniawi yang memang harus ditebus melalui olah batin ini.

Jadi tujuan orang yang menjalaninya itu sudah pasti jelas, jarang ada orang yang hanya menjalani puasa ngidang tanpa tujuan kecuali mereka yang hanya untuk mengetes ketahanan fisiknya semata sebagai belajar, bila suatu hari nanti ia menjalani yang aslinya maka ia sudah memiliki kekuatan dan pengalaman dalam menjalaninya.

Baca Juga:  Puasa Mutih, Niat dan Tata Cara Untuk Menjalaninya

Selain bertujuan untuk keilmuan dan hajat, Puasa Ngidang juga sering di setarakan dengan laku prihatin untuk menambah keimanan dalam diri, yang jelas ini beralasan dengan faktor ekonomi seseorang. Bila ia menjalaninya dengan tujuan kepertihatinan, biasanya suatu saat nanti orang tersebut akan menjadi lancar rejekinya dan berkecukupan.

Supaya Berhasil Menjalani Puasa Ngidang Tanpa Rintangan

Bagi kebanyakan orang yang baru belajar melakukan puasa Ngidang, biasanya ia akan mulai ragu dan bertanya-tanya dalam hati akan tingkat keberhasilannya. Akan tetapi, bila Anda mencoba untuk menjalaninya dengan kepasrahan dan mengikuti semua tata caranya dengan benar insya allah Anda akan berhasil.

Karena kunci dari keberhasilan menjalani puasa ngidang adalah keyakinan dan kepasrahan atas kehendak Allah swt. Selain itu, Anda juga harus menjalaninya dengan benar segala caranya, jangan sampai ada yang kurang atau terlewatkan.

Puasa Ngidang Gagal dan Tidak Berhasil

Kebanyakan orang yang kurang memahami, mereka bisa saja sudah mengikuti tata caranya dengan benar namum biasanya yang mengagalkan adalah puasa ngidangnya batal tapi ia tidak menyadarinya.

Sebagai contoh Anda di minta puasa ngidang 7 hari, namun pada hari ke 5 atau sebagainya, puasa Anda batal tapi tanpa di sadari dan Anda melanjutkan sampai selesai. Pada saat pengetesan, Anda pasti gagal karena ada 1 puasa yang gagal.

Begitulah letaknya kegagalan bagi orang yang menjalaninya, tapi bila Anda meresapi sedalamnya hati dan memang waspada serta berhati-hati dalam menjalaninya kemungkinan besar Anda bisa berhasil menjalaninya.

Berikut ini akan saya tuliskan beberapa hal sepeleh yang bisa membuat batalnya puasa ngidang yang Anda jalani.

1. Mengeluh: Ini adalah hal yang sangat tidak boleh di lakukan bagi Anda yang menjalani puasa ngidang, kebanyakan orang awam yang melakukan ia akan merasa susah, lapar dan tak kuat. Dalam tirakat khusus, yang seperti ini tidak boleh dilakukan, harus selalu sabar.

Baca Juga:  Puasa Ngasrep, Tata Cara dan Niat Menjalaninya

2. Tidak Yakin: Dalam belajar menguasai ilmu, Ajian dan Hajat selama melaksanakan puasa ngidang. Orang seperti ini akan susah untuk berhasil, karena keragu-raguan yang timbil di hatinya membuat ia gagal.

3. Hilangnya Kosentrasi: Salah satu dari sekian banyak orang yang melakukan puasa ngidang itu gagalnya saat sudah tidak fokus lagi. Pikirannya mulai melayang kesana kemari, tidak lagi berfokus akan 1 titik fokus.

4. Teralalu berambisi: juga tidak boleh dalam menjalani puasa ngidang, memiliki ambisi besar bisa berhasil dan lulus dalam bertirakat adalah hal yang di larang. Sejatinya, orang yang puasa ngidang harus selalu menerima ketentuan dari Allah swt berhasil atau gagal.

Diatas ini, adalah beberapa kendala yang biasanya membuat seseorang itu gagal mempelajari sebuah tujuannya. Mereka yang memiliki sifat atau pemikiran yang sudah saya sebutkan diatas tadi, lebih baik merubah jalan piriannya terlebih dahulu, terlebih bila ia dalam masa puasa ngidang harus benar-benar memiliki kesabaran yang besar dalam hal itu.

Bila Anda bisa melewati yang puasa ngidang dan berhasil, maka usahakanlah untuk selalu rendah diri jangan pernah memiliki sifat sombong. Karena bisa jadi, suatu saat nanti Anda akan menjalani puasa ngidang selanjutnya di lain waktu.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close